JAKARTA - Kebijakan label Nutri-Level yang diperkenalkan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin masih menjadi perbincangan publik. Kebijakan tersebut menuai pro dan kontra di kalangan warganet.
Namun, ada hal penting yang perlu dipahami masyarakat, yakni cara membaca label tersebut, terutama pada minuman siap saji. Melalui konten Budi Gemar Sharing #BGS, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa label ini dibuat agar masyarakat lebih sadar terhadap asupan gula harian.
“Saya tidak menyangka, satu gelas matcha ini isinya tiga sampai empat sendok gula. Makanya penting banget pasang label ini di setiap minuman siap saji, biar kalian tersindir dan tersadar,” ujarnya.
Budi merinci, Nutri-Level dibagi menjadi beberapa kategori yang menunjukkan kadar gula dalam minuman:
“Level C dan D, manis atau tidak manis, ada pemanis buatannya, itu tidak saya rekomendasikan setiap hari,” jelasnya.
Ia juga menyarankan masyarakat untuk lebih bijak saat memilih minuman, misalnya dengan meminta kadar gula dikurangi.
Sebelumnya, Budi Gunadi Sadikin juga mencontohkan bahwa satu gelas minuman seperti matcha frappe bisa mengandung hingga 50 gram gula, yang setara dengan batas konsumsi harian orang dewasa. Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap label Nutri-Level dapat membantu masyarakat membuat keputusan yang lebih sehat.
Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat menekan risiko penyakit. Meski menuai kritik dari sebagian warganet, langkah ini dinilai mampu meningkatkan kesadaran publik terhadap konsumsi gula berlebih.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.