JAKARTA - Apakah penderita diabetes boleh makan kurma saat sahur dan buka puasa Ramadhan? Kurma merupakan salah satu makanan yang identik dengan bulan Ramadan. Banyak orang mengonsumsinya sebagai menu utama saat berbuka puasa karena rasanya manis dan mudah dicerna.
Namun, sebagian orang khawatir kandungan gula dalam kurma dapat memicu diabetes. Apakah anggapan tersebut benar? Berikut penjelasan lengkapnya.
Di Indonesia, jenis yang paling banyak beredar dan digemari adalah kurma Ajwa.
Kandungan gula dalam kurma memang cukup tinggi, tetapi bukan berarti otomatis menyebabkan diabetes. Diabetes terjadi akibat gangguan produksi atau kerja insulin yang berlangsung dalam jangka panjang.
Beberapa alasan mengapa kurma tetap aman dikonsumsi dalam porsi wajar:
Indeks glikemik relatif rendah hingga sedang, sehingga tidak langsung memicu lonjakan gula darah drastis.
Kandungan serat memperlambat penyerapan gula, membantu menjaga kestabilan kadar gula darah.
Mengandung antioksidan, yang berperan dalam mendukung kesehatan metabolisme.
Dengan demikian, konsumsi kurma dalam jumlah wajar tidak serta-merta menyebabkan diabetes pada orang sehat.
Bagi orang sehat, mengonsumsi sekitar 3–5 butir kurma per hari saat berbuka puasa masih tergolong aman. Namun, penderita diabetes atau mereka yang memiliki gangguan metabolisme gula darah sebaiknya membatasi konsumsi dan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.
Pada dasarnya, kunci utama adalah porsi yang tepat dan pola makan seimbang. Kurma bisa menjadi pilihan sehat untuk berbuka, asalkan tidak dikonsumsi berlebihan dan tetap diimbangi dengan asupan nutrisi lain.
Dengan memahami fakta ilmiahnya, Anda tidak perlu khawatir berlebihan. Kurma justru dapat menjadi sumber energi alami yang bermanfaat selama Ramadan jika dikonsumsi secara bijak.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.