Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berbagi Makanan Saat Ramadhan, Tradisi Sosial yang Penuh Makna

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Selasa, 24 Februari 2026 |15:01 WIB
Berbagi Makanan Saat Ramadhan, Tradisi Sosial yang Penuh Makna
Berbagi Makanan Saat Ramadhan, Tradisi Sosial yang Penuh Makna. (Foto: Freepik)
A
A
A

3. Mendukung program berbagi makanan melalui lembaga zakat atau kegiatan sosial

Bagi yang tidak memiliki waktu untuk terlibat langsung, mendukung program berbagi melalui lembaga sosial bisa menjadi alternatif. Lembaga zakat dan organisasi kemanusiaan biasanya memiliki program distribusi makanan yang terstruktur dan menjangkau lebih luas.

Melalui skema ini, bantuan dapat tersalurkan secara lebih merata dan tepat sasaran. Partisipasi dalam bentuk donasi juga menjadi bagian dari kontribusi sosial yang berdampak kolektif.

4. Menyantuni fakir miskin agar mereka dapat berbuka dengan layak

Memberikan bantuan kepada kelompok rentan menjadi salah satu bentuk kepedulian yang sering dilakukan selama Ramadhan . Bantuan tersebut bisa berupa makanan siap saji maupun bahan pokok.

Upaya ini membantu memastikan bahwa masyarakat kurang mampu tetap dapat menikmati hidangan berbuka secara layak. Di sisi lain, langkah ini juga menjadi refleksi nilai empati dan perhatian terhadap kesenjangan sosial yang masih ada.

Secara keseluruhan, berbagi makanan saat Ramadhan  bukan hanya berdampak pada penerima, tetapi juga memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat. Praktik ini menunjukkan bagaimana tradisi dapat bertransformasi menjadi gerakan sosial yang relevan dan berkelanjutan.

(Rani Hardjanti)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement