Sel-sel yang sudah tidak berfungsi optimal, protein usang, hingga partikel berbahaya akan didaur ulang menjadi sumber energi baru. Proses ini membantu menjaga kesehatan sel, menurunkan risiko penyakit, serta mendukung regenerasi tubuh.
Sementara itu, Syaikh Shakhbout Medical City melaporkan bahwa puasa juga berpotensi mendukung terapi kanker. Dalam penelitian terhadap pasien kanker kandungan yang menjalani kemoterapi sambil berpuasa, ditemukan bahwa kadar gula darah dan hormon pertumbuhan yang dapat memicu sel kanker menurun, sementara kadar keton sebagai sumber energi alternatif meningkat.
Kondisi tersebut dikaitkan dengan penurunan efek toksik kemoterapi dan stabilitas kondisi pasien yang lebih baik. Dengan demikian, terapi dapat dilakukan sesuai jadwal tanpa penundaan akibat kondisi tubuh yang menurun. Puasa juga disebut berpotensi meningkatkan kualitas hidup pasien secara biologis.
Di sisi lain, puasa meningkatkan kadar asam lemak bebas sebagai sumber energi pengganti glukosa. Peningkatan ini diduga membantu memperkuat aktivitas sel pembunuh alami dalam mendeteksi dan menghancurkan sel-sel abnormal, termasuk sel kanker dan virus.
(Rani Hardjanti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.