Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Viral! Ayah Ngamuk hingga Tendang Pintu Gegara Anak Gunakan Tisu untuk Keringkan Rambut

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Sabtu, 21 Februari 2026 |06:58 WIB
Viral! Ayah Ngamuk hingga Tendang Pintu Gegara Anak Gunakan Tisu untuk Keringkan Rambut
Viral! Ayah Ngamuk hingga Tendang Pintu Gegara Anak Gunakan Tisu untuk Keringkan Rambut (Foto: SCMP)
A
A
A

JAKARTA - Sebuah video dari Tiongkok menjadi viral setelah memperlihatkan seorang ayah meluapkan amarahnya hingga merusak barang di rumah dan menendang pintu kamar putrinya. Insiden ini dipicu hal sepele: sang anak diduga menggunakan tisu, bukan handuk, untuk mengeringkan rambutnya.

Melansir SCMP, peristiwa tersebut pertama kali diungkap oleh sang ibu melalui media sosial pada 26 Januari. Video itu kemudian menyebar luas dan ditonton lebih dari 110 juta kali di satu platform, seperti dilaporkan oleh Beijing TV.

Menurut keterangan ibu yang tinggal di Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan, kejadian bermula setelah sang putri selesai mencuci rambut. Ayahnya melihat serpihan putih di rambut anaknya yang diduga berasal dari tisu.

Sang ayah kemudian menanyakan apakah putrinya menggunakan tisu untuk mengeringkan rambut, meski sebelumnya telah dilarang. Anak tersebut membantah dan mengatakan bahwa ia menggunakan handuk. Namun, sang ayah tetap tidak percaya.

Tidak dijelaskan secara pasti mengapa penggunaan tisu membuat ayah tersebut sangat marah. Sebagian warganet berspekulasi bahwa hal itu mungkin berkaitan dengan faktor biaya atau kebiasaan tertentu.

Emosi Tak Terkendali

Dalam rekaman yang beredar, sang ayah terlihat menghancurkan pengering rambut. Saat putrinya mengunci diri di kamar, pria itu mencoba membuka pintu dengan paksa.

Karena tidak berhasil, ia mengambil kursi plastik dan membantingnya ke pintu, lalu menendangnya berulang kali. Situasi setelah kejadian tersebut tidak dijelaskan lebih lanjut. Sang ibu kemudian menghapus video dari akun media sosialnya.

Hingga kini, belum ada laporan mengenai keterlibatan otoritas pemerintah setempat dalam kasus tersebut.

Insiden ini menuai beragam reaksi keras dari warganet. Banyak yang menilai reaksi sang ayah tidak sebanding dengan permasalahan yang terjadi.

“Masalah sekecil itu,” tulis seorang pengguna internet.
“Orang yang pemarah tidak layak menjadi orang tua,” komentar lainnya.

Beberapa juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap kondisi psikologis anak yang mengalami kejadian tersebut.

Sementara itu, lembaga psikologi berbasis di Beijing, Yu Cai Qi Jia Health Company, menyatakan bahwa pola asuh dengan kekerasan dapat berdampak signifikan terhadap perkembangan mental anak.

Menurut mereka, orang tua yang sering meluapkan emosi secara agresif berisiko menimbulkan trauma, rasa takut, dan gangguan kepercayaan diri pada anak.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement