3. Risiko Penyakit Kronis
Sayuran mengandung antioksidan dan senyawa fitokimia yang membantu melindungi sel dari kerusakan. Tanpa konsumsi sayuran yang cukup, perlindungan terhadap penyakit jantung berkurang.
Selain itu, kontrol kadar gula darah menjadi kurang optimal dan risiko peradangan kronis bisa meningkat. Kondisi-kondisi tersebut berperan dalam perkembangan penyakit seperti diabetes tipe 2 dan gangguan kardiovaskular.
4. Sulit Mengontrol Berat Badan dan Rasa Kenyang
Sayuran memiliki kalori rendah namun tinggi volume dan serat, sehingga membantu rasa kenyang lebih lama. Jika sayuran tidak ada dalam pola makan, seseorang akan cenderung lebih cepat lapar dan mudah makan berlebihan.
Hal ini dapat mempersulit pengelolaan berat badan dalam jangka panjang, terutama jika digantikan dengan makanan olahan atau makanan tinggi lemak.
Meskipun sebagian vitamin dan mineral bisa diperoleh dari buah atau suplemen, nutrisi dari sayuran utuh sulit digantikan. Kombinasi serat, vitamin, mineral, dan fitonutrien dalam sayuran bekerja bersama dengan cara yang tidak bisa digantikan oleh sekadar suplemen.
(Rani Hardjanti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.