Chiki mengaku tidak mengetahui alasan munculnya tudingan “nebeng haji” yang banyak diarahkan kepadanya usai pencopotan dirinya sebagai petugas haji viral.
“Kita bahas soal ‘nebeng haji’ yang entah kenapa istilah itu banyak dituduhkan ke saya. Padahal di kelas fikih petugas, saya selalu nurut, ngalir, tidak pernah debat, sementara cowok-cowok biasanya debat soal mau pakai ihram,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa niatnya menjadi petugas pendamping haji berasal dari ketulusan hati untuk melayani tamu-tamu Allah.
“Karena latar belakang saya relawan dan pegiat kemanusiaan, niat utama saya memang melayani tamu Allah. Kalau niatnya bukan itu, tidak mungkin saya kuat dari Suriah dan West Bank lalu langsung ditempa di barak diklat,” ungkap Chiki.
(Rani Hardjanti)