Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jangan Terkecoh, Ini Cara Membedakan GERD dan Sakit Lambung

Rani Hardjanti , Jurnalis-Rabu, 28 Januari 2026 |12:23 WIB
Jangan Terkecoh, Ini Cara Membedakan GERD dan Sakit Lambung
Jangan Terkecoh, Ini Cara Membedakan Sakit GERD dan Asam Lambung. (Foto: Layar Tangkap Morning Zone)
A
A
A

JAKARTA - Prevalensi penderita GERD di Indonesia khususnya kota besar terus meningkat. Tapi banyak yang terkecoh antara asam lambung  dan sakit Gerd. Lalu bagaimana cara memberdakannya? 

Berdasarkan data dalam Journal of Clinical Gastroenterology (April 2024) prevalensi GERD pada orang dewasa Indonesia 67,9 % pada tahun 2021, naik dari 61,8 % pada tahun 2019. Angka yang terus meningkat bisa diredam, salah satunya apabila penderita asam lambung menyadari apa perbedaannya. Lalu apa perbedaanya? 

dr. Aditya Satrio Faredisto, Sp.PD, RS Hermina Jatinegara, menjelaskan ada tiga hal mendasar yang perlu dipahami untuk membedakan mana asam lambung dan sakit GERD, berdasarkan gejalanya. 

"Jadi keluhan utama yang dirasakan saat GERD, bukan nyeri lambung, melainkan rasa panas dan tidak nyaman di dada," ujarnya, kepada Okezone.com dalam live YouTube, Morning Zone, Rabu (28/1/2026). 

Berikut ini penjelasannya : 

1. Dispepsia 
Dispepsia adalah kumpulan gejala tidak nyaman pada perut bagian atas.

Gejalanya meliputi:
- Mual
- Perut terasa penuh atau kembung
- Cepat kenyang
- Tidak nyaman di ulu hati

Secara medis, dispepsia belum tentu disertai luka pada lambung. Keluhan lebih bersifat fungsional atau akibat peningkatan produksi asam lambung, gangguan motilitas lambung, stres, atau pola makan yang tidak teratur.

 

2. Gastritis

Gastritis adalah peradangan pada lapisan (mukosa) lambung.
Pada kondisi ini, dinding lambung mengalami iritasi atau luka, sehingga asam lambung yang mengenai bagian tersebut menimbulkan nyeri.

Gejala utama gastritis:
- Nyeri atau perih di ulu hati
- Rasa panas atau terbakar di lambung
- Mual dan muntah
- Nyeri cenderung lebih dominan dan lebih tajam dibanding dispepsia
- Semakin parah peradangan atau lukanya, semakin hebat rasa nyeri yang dirasakan.

3. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

GERD adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan (esofagus) akibat gangguan pada katup lambung bawah (lower esophageal sphincter/LES).

Gejala khas GERD:
- Rasa panas atau terbakar di dada (heartburn)
- Sensasi tidak enak di dada
- Rasa mengganjal atau seperti ada yang tersangkut di tenggorokan
- Rasa asam atau pahit di mulut

Dia menegaskan, tiga hal ini bukanlah sebuah tahapan. Namun gejala yang berbeda. Lalu kapan harus ditangani hingga ke rumah sakit? "Kalau gejala ini berulang," tutupnya. 

(Rani Hardjanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement