Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kapan Penderita ISK Harus ke Dokter? Ini 6 Tandanya

Annastasya Rizqa , Jurnalis-Senin, 26 Januari 2026 |08:01 WIB
Kapan Penderita ISK Harus ke Dokter? Ini 6 Tandanya
Kapan Penderita ISK Harus ke Dokter? Ini 6 Tandanya. (Ilustrasi : Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Selebgram Lula Lahfah meninggal dunia pada Jumat (23/1/2026) di usia 26 tahun. Sebelum meninggal dunia, kekasih Reza Arap ini sempat curhat terkait beberapa penyakit komplikasinya.

Diketahui Lula sempat dirawat di rumah sakit imbas penyakit batu ginjal hingga infeksi saluran kemih yang dideritanya.

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan kondisi yang sering terjadi dan umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri pada saluran kemih. Kondisi kesehatan ini sering terjadi, terutama pada perempuan. ISK muncul ketika bakteri masuk ke saluran kemih dan berkembang biak, menyebabkan rasa nyeri, perih saat buang air kecil, hingga sering ingin buang air kecil. 

Fungsi utama sistem ini adalah menyaring darah dan membuang zat sisa melalui urin. Jika terjadi infeksi, proses tersebut dapat terganggu dan menimbulkan berbagai keluhan.

Melansir Mayo Clinic, Senin (26/1/2026), wanita memiliki risiko lebih tinggi terkena ISK daripada pria. Infeksi saluran kemih yang menyerang kandung kemih dapat terasa nyeri dan mengganggu. Tetapi jika infeksi menyebar ke ginjal, kondisi ini dapat menjadi serius.

Sebagian besar kasus ISK disebabkan oleh bakteri Escherichia coli (E. coli) yang berasal dari saluran pencernaan. Bakteri ini dapat masuk ke saluran kemih melalui uretra dan berkembang di kandung kemih. Selain bakteri, infeksi juga dapat dipicu oleh jamur atau virus, meskipun lebih jarang terjadi.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko ISK antara lain kurang menjaga kebersihan area genital, mengabaikan buang air kecil terlalu lama, kurang minum air putih, penggunaan kateter urin, hubungan seksual hingga daya tahan tubuh yang lemah.

Gejalanya bisa ringan hingga berat, mulai dari rasa perih saat buang air kecil hingga nyeri hebat. Meskipun beberapa kasus ISK ringan dapat membaik dengan perawatan mandiri, ada kondisi tertentu yang mengharuskan penderita segera memeriksakan diri ke dokter.

Kapan penderita ISK harus ke dokter?

1. Gejala Tidak Membaik Setelah Beberapa Hari

Jika keluhan seperti nyeri saat buang air kecil, sering buang air kecil, atau rasa tidak tuntas saat berkemih tidak membaik dalam 2–3 hari, segera konsultasikan ke dokter. Kondisi ini bisa menandakan infeksi yang membutuhkan antibiotik.

2. Disertai Demam dan Nyeri Punggung

ISK yang sudah menyebar ke ginjal dapat menyebabkan demam tinggi, menggigil, mual, muntah, serta nyeri di punggung atau pinggang. Gejala ini tergolong serius dan memerlukan penanganan medis segera.

 

3. Terdapat Darah dalam Urine

Munculnya darah dalam urine (hematuria) merupakan tanda bahwa infeksi telah menyebabkan iritasi pada saluran kemih. Kondisi ini tidak boleh diabaikan dan perlu diperiksa oleh tenaga medis.

4. ISK Terjadi Berulang

Jika ISK sering kambuh dalam waktu yang berdekatan, dokter perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari penyebabnya, seperti kelainan saluran kemih, batu ginjal, atau kebiasaan tertentu yang memicu infeksi.

5. Terjadi pada Ibu Hamil, Anak-anak, atau Lansia

ISK pada ibu hamil, anak-anak, dan lansia memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi. Oleh karena itu, kelompok ini disarankan untuk segera ke dokter begitu gejala ISK muncul, meskipun masih tergolong ringan.

6. Penderita Memiliki Penyakit Penyerta

Penderita diabetes, gangguan sistem imun, atau pengguna kateter urin sebaiknya tidak menunda pemeriksaan ke dokter karena infeksi dapat berkembang lebih cepat dan lebih berat.

(Rani Hardjanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement