“Pada masanya, kami telah berupaya semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawab kami saat itu,” tulis Kak Seto.
Ia meminta semua pihak menyikapi pemberitaan dengan kepala dingin dan tidak memelintir fakta ke arah pemahaman yang keliru. Ia menegaskan bahwa pada saat itu pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan kasus tersebut.
Ia juga mengingatkan agar munculnya kembali kasus ini ke publik pada tahun 2026 tidak dijadikan ruang untuk saling menuduh, memfitnah, menyerang, maupun mengubah fakta yang sebenarnya. Kak Seto meminta seluruh pihak bersikap lebih bijak dan adil.
“Kami berharap semua pihak yang pernah terlibat dapat terus pulih, berdamai dengan masa lalu, dan menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan,” tulisnya dalam klarifikasi tersebut.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)