3. Apel dan Wortel
Tidak hanya makanan laut dan makanan olahan, buah serta sayuran segar juga dapat terkontaminasi mikroplastik. Nanoplastik, yakni partikel berukuran lebih kecil dari 1.000 nanometer, dapat masuk ke jaringan tanaman melalui akar dari tanah yang telah tercemar.
Sebuah studi menemukan bahwa apel dan wortel termasuk buah dan sayuran dengan tingkat kontaminasi mikroplastik lebih tinggi dibandingkan jenis lain, seperti selada.
4. Teh dan Kopi
Partikel mikroplastik juga ditemukan dalam teh dan kopi, baik yang berasal dari daun teh, biji kopi, maupun dari cangkir yang digunakan. Penelitian menunjukkan bahwa gelas sekali pakai berlapis plastik untuk minuman panas dapat melepaskan lebih banyak mikroplastik ke dalam minuman.
Minuman panas cenderung mengandung lebih banyak partikel dibandingkan minuman dingin karena suhu tinggi mempercepat pelepasan partikel dari wadah plastik.
5. Makanan Laut
Makanan laut tetap menjadi salah satu sumber mikroplastik yang paling mendapat perhatian karena organisme laut dapat menelan partikel plastik yang terurai di lautan. Namun, beberapa studi menunjukkan bahwa pada hewan laut tertentu, seperti kerang, jumlah partikel mikroplastik per gram justru bisa lebih rendah.
Sebenarnya, terdapat beberapa cara sederhana untuk mengurangi paparan mikroplastik dari makanan sehari-hari, seperti memasak dan menyimpan makanan menggunakan wadah kaca atau logam. Wadah plastik berpotensi meningkatkan jumlah partikel kecil yang terlepas ke makanan, terutama saat dipanaskan.
Selain itu, karena wadah plastik dapat melepaskan mikroplastik ke dalam minuman panas maupun dingin, disarankan untuk menggunakan cangkir kaca atau logam serta memilih susu atau minuman lain yang dikemas tanpa plastik jika memungkinkan.
(Rani Hardjanti)