Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kapal Wisata Labuan Bajo Boleh Kembali Berlayar, Tapi Dilarang saat Malam Hari

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Minggu, 11 Januari 2026 |17:50 WIB
Kapal Wisata Labuan Bajo Boleh Kembali Berlayar, Tapi Dilarang saat Malam Hari
Kapal Wisata Labuan Bajo Boleh Kembali Berlayar, Tapi Dilarang saat Malam Hari. (Foto: Labuan Bajo Trip)
A
A
A

Kapal masih diperbolehkan membawa wisatawan untuk menginap di atas kapal. Namun, aktivitas perpindahan antarlokasi harus dilakukan pada siang hari. Dengan demikian, paket wisata yang berlangsung selama beberapa hari tetap dapat dijalankan, asalkan mengikuti ketentuan yang berlaku.

Larangan pelayaran malam hari berlaku bagi seluruh kapal wisata yang beroperasi di kawasan TN Komodo. Kebijakan ini bukan dimaksudkan untuk menghentikan kegiatan pariwisata, melainkan memastikan keselamatan tetap menjadi prioritas utama, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih fluktuatif.

Wisatawan juga perlu melakukan pengaturan jadwal perjalanan. Aktivitas jelajah destinasi populer seperti Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pink Beach, dan Pulau Padar tetap dapat dilakukan, namun seluruh agenda pelayaran harus dirancang agar selesai sebelum malam hari.

Kapal wisata kemudian akan bermalam di titik-titik yang dinilai aman. Dibukanya kembali pelayaran wisata ini mendapat respons positif dari pelaku pariwisata setempat, mengingat Labuan Bajo merupakan salah satu destinasi unggulan wisata bahari Indonesia. Penutupan sementara sebelumnya sempat berdampak pada aktivitas wisata dan ekonomi lokal, terutama bagi operator kapal wisata dan pemandu wisata.

Dengan berlakunya kebijakan ini, pemerintah berharap sektor pariwisata Labuan Bajo dapat kembali bergerak tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Wisatawan pun diimbau untuk selalu mengikuti arahan operator kapal serta memperhatikan kondisi cuaca selama berwisata di perairan TN Komodo.

(Rani Hardjanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement