Hingga kini, tidak diketahui bagaimana nasib ular tersebut setelah kejadian. Namun kasus ini kembali menyoroti tren memelihara hewan eksotis yang kian marak di China dalam beberapa tahun terakhir.
Dokter senior dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Shenzhen, Liu Wei, mengingatkan bahwa hewan peliharaan eksotis berpotensi membawa berbagai patogen berbahaya.
“Sebagian besar hewan eksotis membawa bakteri, parasit, hingga virus. Kotoran kadal bisa menyebarkan salmonella, sementara marmut dapat membawa rabies dengan tingkat kematian hingga 60 persen,” jelasnya.
Ia pun menyarankan kelompok rentan seperti ibu hamil, anak di bawah lima tahun, lansia, serta orang dengan daya tahan tubuh lemah untuk menghindari memelihara hewan peliharaan tak lazim.
Kasus ini menambah daftar panjang insiden hewan eksotis di China. Sebelumnya, pada Februari lalu, petugas Bea Cukai Bandara Internasional Pudong, Shanghai, menggagalkan upaya seorang pria yang mencoba menyelundupkan katak panah beracun dari Amerika Latin untuk dipelihara secara pribadi.