JAKARTA – Profil dan potret Insanul Fahmi, pengusaha muda yang mengaku menikah siri dengan Inara Rusli, tengah menjadi sorotan publik. Namanya mencuat setelah skandal tersebut terbongkar. Ia bahkan dilaporkan oleh istrinya, Wardatina Mawa, ke Polda Metro Jaya atas dugaan perzinaan.
Lalu, siapa sebenarnya Insanul Fahmi?
Insanul Fahmi dikenal sebagai pengusaha muda yang memiliki sejumlah lini bisnis. Melansir LinkedIn, Insanul merupakan CEO PT Karya Kuni Indonesia sejak 2020 hingga sekarang. Ia juga memiliki bisnis co-working space bernama Kopikuni, tempat ia berperan sebagai owner.
Pria yang menikahi Wardatina Mawa pada usia 19 tahun ini juga merupakan co-founder perusahaan makanan Macaroni Feast. Lulusan S1 Computer Science Universitas Indonesia tersebut diketahui bekerja sebagai Chief Business Officer di Ohayo Indonesia (Medan) serta PT Exfortless Teknologi Ekspor Indonesia (Jakarta).

Sebelumnya, Insanul pernah menjalani beberapa pengalaman magang, di antaranya di perusahaan tambang Kalimantan Prima Persada (Kantor Jakarta) selama tujuh bulan serta di RS Universitas Indonesia selama enam bulan. Semasa kuliah, ia aktif dalam berbagai organisasi dan kepanitiaan kampus. Saat masih duduk di bangku SMA di Medan, ia juga sempat menjadi penyiar radio.
Kini, nama Insanul Fahmi kembali menjadi pusat perhatian setelah pengakuannya telah menikah siri dengan Inara Rusli.
“Saya dan Inara sudah menikah (siri), Agustus 2025,” ujarnya dalam podcast YouTube Richard Lee, Kamis (23/11/2025).
Insanul mengatakan bahwa Inara tidak mengetahui status pernikahannya yang masih sah dengan Wardatina Mawa. “Karena aku bilang, kalau aku dan Mawa itu sudah cerai. Talak dua,” ungkapnya.
Pengakuan tersebut ia dasarkan pada dua kali talak yang telah dijatuhkan kepada istrinya. Berdasarkan diskusi dengan pemuka agama, ia menganggap kondisi itu telah memenuhi syarat perceraian agama.
Insanul mengaku awalnya tidak berniat menikahi Inara yang merupakan rekan bisnisnya. Namun setelah dekat, ia merasa menemukan hal yang tidak ia dapatkan dari istrinya.
“Aku mendapatkan apa yang aku butuhkan sebagai laki-laki dari Inara. Kelembutan, intonasi suara yang tidak tinggi, dan pemilihan bahasa yang tepat,” katanya.
Ia juga menyadari bahwa apa yang dilakukannya tidak sepenuhnya benar. Karena itu, Insanul sempat bertekad mengakhiri tujuh tahun pernikahannya dengan Wardatina Mawa. Namun ketika pulang ke rumah, ia merasa berat karena memikirkan anaknya jika kedua orang tuanya berpisah.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)