7. Teh Hijau
Teh hijau mengandung polifenol seperti EGCG yang mengurangi peradangan dan bermanfaat bagi otak serta jantung. Studi menunjukkan EGCG dapat mengurangi peradangan terkait penyakit radang usus dan memperbaiki gejala kolitis ulseratif.
Polifenol dalam teh hijau juga bermanfaat untuk kondisi inflamasi seperti osteoartritis dan penyakit Alzheimer. Teh hijau bisa dinikmati dalam bentuk seduhan, bubuk matcha, atau suplemen ekstrak.
8. Rosemary
Rosemary mengandung polifenol seperti asam rosmarinik dan asam karnosik yang dapat mengurangi peradangan. Teh rosemary membantu mengurangi nyeri dan kekakuan pada osteoartritis serta meningkatkan mobilitas sendi. Rosemary dapat digunakan sebagai bumbu dalam masakan dan tersedia dalam bentuk segar, kering, atau bubuk.
9. Kayu Manis
Kayu manis dari pohon Cinnamomum, dengan jenis Ceylon dan Cassia, dapat mengurangi peradangan seperti CRP dan MDA, serta meningkatkan antioksidan.
Meski efektif untuk kondisi seperti diabetes tipe 2 dan arthritis, konsumsi berlebihan, terutama jenis Cassia, dapat berbahaya karena kandungan coumarin yang tinggi. Batasi konsumsi hingga satu sendok teh per hari.
Peradangan adalah respon tubuh terhadap infeksi, tetapi jika berlangsung terlalu lama, bisa meningkatkan risiko komplikasi kesehatan, dikenal sebagai peradangan kronis.
Untungnya, makanan yang Anda konsumsi dapat membantu mengurangi peradangan. Rempah-rempah dan bumbu yang disebutkan diatas ini dapat membantu meredakan peradangan sambil menambah cita rasa pada diet Anda.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.