Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

9 Herbal dan Rempah yang Efektif Atasi Inflamasi

Kesya Fatharani Shafa , Jurnalis-Jum'at, 09 Agustus 2024 |04:00 WIB
9 Herbal dan Rempah yang Efektif Atasi Inflamasi
Herbal dan rempah yang efektif untuk atasi inflamasi. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

SEJUMLAH rempah dan bumbu, seperti jahe dan lada hitam, mengandung senyawa anti-inflamasi yang dapat mengurangi peradangan dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Sekadar informasi, peradangan adalah respons tubuh terhadap infeksi. Namun jika berlebihan bisa menjadi peradangan kronis yang terkait dengan penyakit seperti diabetes dan kanker.

Untuk mengatasi peradangan, nyatanya tidak melulu harus menggunakan obat kimia. Sebab beberapa herbal dan rempah ternyata memiliki khasiat untuk mengatasi peradangan.

Lantas herbal dan rempah apa sajakah itu? Merangkum dari Healthline, Jumat (9/8/2024) berikut sembilan herbal dan rempah yang dapat membantu mengatasi inflamasi. Yuk disimak!

1. Jahe

Jahe biasa digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi pilek, migrain, mual, artritis, dan tekanan darah tinggi. Rempah ini mengandung senyawa aktif seperti ginggerol dan shogaol yang dapat mengurangi peradangan dalam tubuh. Penelitian menunjukan bahwa mengonsumsi 1-3 gram jahe per hari dapat menurunkan peradangan.

2. Bawang Putih

Bawang Putih bisa mengatasi artritis, batuk, sembelit, infeksi, dan sakit gigi. Memiliki senyawa sulfur seperti allicin yang memiliki sifat anti-inflamasi. Suplemen bawang putih terbukti menurunkan kadar CRP dan TNF-a, serta meningkatkan antioksidan dalam tubuh. Bawang putih dapat digunakan dalam masakan atau sebagai suplemen.

3. Kunyit

Kunyit

Kunyit adalah rempah dengan kurkumin sebagai senyawa aktif utama yang memiliki sifat anti-inflamasi. Penelitian menunjukkan kurkumin dapat mengurangi peradangan seperti IL-6, hs-CRP, dan MDA, serta memberikan bantuan nyeri pada osteoartritis mirip dengan NSAID.

Karena kunyit mengandung hanya tiga persen kurkumin dan penyerapan tubuhnya rendah, mengonsumsinya bersama lada hitam atau piperin dapat meningkatkan penyerapan kurkumin hingga dua ribu persen.

4. Kapulaga

Kapulaga dapat mengurangi peradangan seperti CRP, IL-6, TNF-a, dan MDA, serta meningkatkan antioksidan. Mengonsumsi tiga gram kapulaga per hari selama 8-12 minggu terbukti menurunkan penanda peradangan pada pradiabetes dan penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD).

5. Lada Hitam

Lada hitam dan senyawa piperin dapat mengurangi peradangan, seperti arthritis dan asma yang telah di uji pada hewan. Piperin mengurangi pembengkakan dan peradangan. Namun, penelitian tentang manfaat anti-inflamasi lada hitam pada manusia masih terbatas dan memerlukan penelitian lebih lanjut.

6. Ginseng

Ginseng telah digunakan sejak lama di Asia dan mengandung ginsenosides dengan efek anti-inflamasi. Mengonsumsi 0,3-4 gram ginseng per hari dapat secara signifikan mengurangi peradangan seperti CRP, IL-6, dan TNF-a. Ginseng bisa dikonsumsi dalam bentuk teh, suplemen kapsul, tablet, atau bubuk.

7. Teh Hijau

Teh hijau mengandung polifenol seperti EGCG yang mengurangi peradangan dan bermanfaat bagi otak serta jantung. Studi menunjukkan EGCG dapat mengurangi peradangan terkait penyakit radang usus dan memperbaiki gejala kolitis ulseratif.

Polifenol dalam teh hijau juga bermanfaat untuk kondisi inflamasi seperti osteoartritis dan penyakit Alzheimer. Teh hijau bisa dinikmati dalam bentuk seduhan, bubuk matcha, atau suplemen ekstrak.

8. Rosemary

Rosemary mengandung polifenol seperti asam rosmarinik dan asam karnosik yang dapat mengurangi peradangan. Teh rosemary membantu mengurangi nyeri dan kekakuan pada osteoartritis serta meningkatkan mobilitas sendi. Rosemary dapat digunakan sebagai bumbu dalam masakan dan tersedia dalam bentuk segar, kering, atau bubuk.

9. Kayu Manis

Kayu manis dari pohon Cinnamomum, dengan jenis Ceylon dan Cassia, dapat mengurangi peradangan seperti CRP dan MDA, serta meningkatkan antioksidan.

Meski efektif untuk kondisi seperti diabetes tipe 2 dan arthritis, konsumsi berlebihan, terutama jenis Cassia, dapat berbahaya karena kandungan coumarin yang tinggi. Batasi konsumsi hingga satu sendok teh per hari.

Peradangan adalah respon tubuh terhadap infeksi, tetapi jika berlangsung terlalu lama, bisa meningkatkan risiko komplikasi kesehatan, dikenal sebagai peradangan kronis.

Untungnya, makanan yang Anda konsumsi dapat membantu mengurangi peradangan. Rempah-rempah dan bumbu yang disebutkan diatas ini dapat membantu meredakan peradangan sambil menambah cita rasa pada diet Anda.

(Leonardus Selwyn)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement