PASUKAN Israel masih menyerbu rumah sakit terbesar di Jalur Gaza dan lingkungan sekitarnya pada Selasa 19 Maret 2023 dini hari. Ledakan dan tembakan kembali mengguncang fasilitas tersebut setelah sebelumnya melakukan penggerebekan dan mengarahkan serangan dari dalam pada hari sebelumnya.
Melansir dari ABC News pada Rabu (20/3/2024), pasukan tersebut mengatakan bahwa mereka telah membunuh 50 militan Hamas di rumah sakit, namun tidak dapat dipastikan secara independent bahwa mereka yang tewas adalah pejuang.
Pertempuran sengit antara tentara dan pejuang Hamas yang terjadi di distrik tertentu menyebabkan ribuan pasien Palestina, staf medis dan pengungsi terjebak di dalam kompleks yang luas.
Selanjutnya, seorang warga yang tinggal di dekat rumah sakit mengatakan api besar telah berkobar selama berjam-jam di dekat rumah sakit.
“Saat ini sangat sulit. Ada pemboman besar-besaran di daerah Shifa, dan bangunan-bangunan dihantam. Suara tembakan tank dan artileri terus terdengar,” kata Emy Shaheen, melalui pesan suara.

Israel melancarkan serangannya di Gaza dan bersumpah untuk menghancurkan Hamas setelah serangan kelompok itu pada 7 Oktober 2023 di Israel Selatan. Sejak saat itu, lebih dari 31.800 warga Palestina tewas dalam pengeboman dan serangan yang telah meratakan wilayah Gaza utara tersebut.
Otoritas internasional telah mengumumkan bahwa 70 persen penduduk di sana akan segera mengalami bencana kelaparan. Sekedar informasi, kekacauan di wilayah utara tersebut terjadi ketika Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu kembali bertekad untuk menyerang kota paling Selatan Gaza, Rafah.
Kota tersebut merupakan salah satu kota besar terakhir yang tidak menjadi sasaran serangan darat. Selanjutnya, pejabat rumah sakit mengatakan bahwa serangan udara di Rafah semalam menghancurkan sebuah apartemen dan beberapa rumah hingga menewaskan sedikitnya 15 orang, termasuk enam wanita dan anak-anak.
Para pejabat Gaza juga mengatakan sekitar 30.000 pengungsi berlindung di daerah tersebut ketika serangan baru Israel dimulai. Abdel-Hady Sayed, salah satu orang yang berlindug di rumah sakit Shifa mengatakan bahwa tentara telah menangkap puluhan orang di halaman rumah sakit, menutup mata, memborgol, dan memerintahkan mereka untuk melepas pakaian mereka sebelum dibawa pergi.