Perjuang itu pula yang selama ini Catherine lakukan bersama LSM Lingkar Sosial dan Rumah Gembira. Bersama komunitasnya, gadis berambut panjang tersebut melakukan kerja-kerja sosial dengan memberikan pendampingan kepada anak-anak difabel di kota Malang.
"Kami bikin kelas kewirausahaan, kami ajari mereka motif-motif Batik. Kami datangkan mentor. Harapannya, mereka bisa berbisnis dan sejahtera," jelas Catherine lagi.
Tak hanya itu, dia juga kerap membuka kelas bahasa isyarat untuk anak-anak penyandang tuna rungu. Tujuannya agar bisa berinteraksi dan menyuarakan segala hal yang mereka butuhkan.
"Semoga saya lolos di ajang Miss Indonesia ini dan menyuarakan hak-hak penyandang disabilitas," pungkasnya sambil tersenyum.