Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Miris, Rumah Sakit Besar di Gaza Selatan Terancam Hancur Akibat Serangan Pasukan Israel

Devi Ari Rahmadhani , Jurnalis-Sabtu, 20 Januari 2024 |04:00 WIB
Miris, Rumah Sakit Besar di Gaza Selatan Terancam Hancur Akibat Serangan Pasukan Israel
Perang Israel dan Palestina. (Foto: TheGuardian)
A
A
A

PASUKAN Israel telah maju lebih jauh menuju Khan Younis, wilayah Gaza Selatan. Tanpa hati nurani, mereka menggencarkan serangan udara dan melakukan pertempuran jarak dekat di daerah yang dipenuhi lebih dari satu juta orang yang mencari perlindungan.

Kondisi tersebut tentu sangat memprihatinkan. Namun semakin parah ketika serangan pun ditujukan pada Nasser, salah satu rumah sakit besar yang tersisa di Gaza. Kejadian ini membuat rumah sakit tersebut terancam hancur.

Mengutip The Guardian, Jumat (19/1/2024), para saksi mata melaporkan suara pertempuran darat dan ledakan terdengar pada Jumat pagi di sebelah barat Khan Younis, kota utama di selatan Gaza. Penduduk Khan Younis menggambarkan pertempuran sengit dan pemboman hebat di utara dan timur kota untuk pertama kalinya.

Kemudian berlanjut ke arah barat pada hari kamis. Mereka mengatakan tank-tank telah bergerak maju untuk melakukan serangan sebelum mundur.

“Apa yang terjadi di Khan Younis sekarang benar-benar gila: penjajah membombardir kota itu ke segala arah, baik dari udara maupun darat,” kata Abu El-Abed. Pria berusia 45 tahun itu tinggal di Khan Younis.

Sementara itu, staf medis mengatakan pertempuran terjadi beberapa meter dari rumah sakit Nasser, rumah sakit terbesar yang masih beroperasi sebagian di Gaza selama seminggu terakhir. Namun akan terasa semakin memprihatinkan jika rumah sakit ini diserang dan hancur.

Perang Israel dan Palestina

Sebagaimana diketahui, negara ini telah menerima ratusan pasien yang terluka setiap hari sejak pertempuran bergeser ke selatan Gaza pada bulan lalu. Ada kekhawatiran bahwa lokasi tersebut terpaksa ditutup karena pemboman Israel dan perintah evakuasi.

Bulan Sabit Merah Palestina juga melaporkan tembakan artileri 'intens' di dekat rumah sakit al-Amal, sementara kementerian kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza mengatakan 77 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam semalam.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sedang bertempur di wilayah paling selatan. atas kejadian ini, tentara Israel telah menumpas puluhan teroris dalam pertempuran jarak dekat dan dengan bantuan tembakan tank dan dukungan serangan dari udara.

Sejauh ini, konflik tersebut telah menyebabkan sekitar 85 persen dari 2,4 juta penduduk Gaza mengungsi. Banyak yang melarikan diri ke Khan Younis dan Rafah. Mereka ditampung di tempat penampungan yang dikelola PBB, di mana makanan, air, bahan bakar dan perawatan medis terbatas.

Sementara masyarakat Palestina lainnya tinggal di apartemen pribadi yang padat, kamp darurat, di bawah terpal plastik yang dipatok pada tiang di lahan kosong, atau bahkan di jalan raya. Para pejabat Israel mengatakan mereka berusaha menghindari korban sipil dan mengeluarkan perintah evakuasi untuk masyarakat yang ada di selatan Gaza.

Serangan ini dilakukan oleh Israel hanya untuk menyerang Hamas. Mereka menuduh Hamas menggunakan penduduk sebagai tameng manusia. Hamas membantah tuduhan tersebut. Para analis di Israel mengatakan mengamankan kendali atas Khan Younis dan Rafah sangat penting untuk mencapai tujuan perang mereka.

Mereka ingin menghancurkan kemampuan militer Hamas dan membebaskan lebih dari 132 sandera yang diculik oleh kelompok tersebut dalam serangan 7 Oktober. Banyak sandera diperkirakan ditahan di Khan Younis, kemungkinan di terowongan di bawah kota. Para analis mengatakan, penguasaan Rafah dipandang penting untuk memutus jalur pasokan Hamas dari Mesir.

Sementara itu, Philippe Lazzarini, kepala Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina mengatakan jika saat ini semua orang sangat cemas dan banyak yang mengungsi. Selain itu, saat ini pun berbagai upaya sedang dilakukan untuk membuka kembali rumah sakit al-Shifa, rumah sakit terbesar di Gaza, yang menjadi pusat perang propaganda sengit tahun lalu.

Direktur bedah di rumah sakit al-Shifa, dr Marwan Abu Saada mengatakan dia berharap untuk membuka ICU minggu depan dan beberapa layanan dasar telah dipulihkan tetapi pasokan bahan bakar, listrik dan obat-obatan masih sangat terbatas.

“Generator oksigen utama hancur sehingga kami mengandalkan silinder,” ucap Dr Marwan.

Sementara masyarakat Palestina lainnya tinggal di apartemen pribadi yang padat, kamp darurat, di bawah terpal plastik yang dipatok pada tiang di lahan kosong, atau bahkan di jalan raya. Para pejabat Israel mengatakan mereka berusaha menghindari korban sipil dan mengeluarkan perintah evakuasi untuk masyarakat yang ada di selatan Gaza.

Serangan ini dilakukan oleh Israel hanya untuk menyerang Hamas. Mereka menuduh Hamas menggunakan penduduk sebagai tameng manusia. Hamas membantah tuduhan tersebut. Para analis di Israel mengatakan mengamankan kendali atas Khan Younis dan Rafah sangat penting untuk mencapai tujuan perang mereka.

Mereka ingin menghancurkan kemampuan militer Hamas dan membebaskan lebih dari 132 sandera yang diculik oleh kelompok tersebut dalam serangan 7 Oktober. Banyak sandera diperkirakan ditahan di Khan Younis, kemungkinan di terowongan di bawah kota. Para analis mengatakan, penguasaan Rafah dipandang penting untuk memutus jalur pasokan Hamas dari Mesir.

Sementara itu, Philippe Lazzarini, kepala Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina mengatakan jika saat ini semua orang sangat cemas dan banyak yang mengungsi. Selain itu, saat ini pun berbagai upaya sedang dilakukan untuk membuka kembali rumah sakit al-Shifa, rumah sakit terbesar di Gaza, yang menjadi pusat perang propaganda sengit tahun lalu.

Direktur bedah di rumah sakit al-Shifa, dr Marwan Abu Saada mengatakan dia berharap untuk membuka ICU minggu depan dan beberapa layanan dasar telah dipulihkan tetapi pasokan bahan bakar, listrik dan obat-obatan masih sangat terbatas.

“Generator oksigen utama hancur sehingga kami mengandalkan silinder,” ucap Dr Marwan.

(Leonardus Selwyn)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement