Menanggapi kondisi itu, Profesor Bisnis di NYU, Jonathon Haidt mengatakan kepada Wall Street Journal, budaya di media sosial yang “Performatif” adalah salah satu penyebab tingginya tingkat kecemasan dan depresi yang dialami oleh gen Z.
Hal itu dibuktikan dengan data internal Google yang diterbitkan pada bulan Juli lalu, bahwa hampir 40 Persen generasi Z mencari referensi dari media sosial seperti Instagram dan TikTok, bukan dari Google.
Oleh sebab itu, tidak sedikit dari mereka juga memutuskan memesan makanan untuk dibawa pulang, atau mereka akan memilih makan dengan banyak orang dibandingkan seorang diri, dengan sebagian besar mereka memilih tempat yang menarik dan instagramable.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.