Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sandiaga: Sentra Kreatif Indonesia di Tanjungpinang Jadi Ikon Connecting The Culture

Nanda Dwi Cahyani , Jurnalis-Senin, 01 Januari 2024 |07:01 WIB
Sandiaga: Sentra Kreatif Indonesia di Tanjungpinang Jadi Ikon <i>Connecting The Culture</i>
Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Biro Komunikasi Kemenparekraf)
A
A
A

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno meninjau lokasi pembangunan Sentra Kreatif Indonesia (SKI) di Kawasan Gurindam 12, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri). Kunjungan itu dilakukan pada Minggu, 31 Desember 2023.

“Ini adalah bentuk inovasi dan kolaborasi bersama Pemprov Kepri,” ujar Sandi di Tanjungpinang, Kepri, mengutip laman Kemenparekraf.

SKI merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang menjadi pilot project dari Kemenparekraf dan menjadi ikon connecting the culture tidak hanya untuk Kepri tetapi untuk seluruh Indonesia.

Menparekraf Sandiaga Uno

(Foto: Biro Komunikasi Kemenparekraf)

Sandi menjelaskan, total investasi untuk SKI sebesar Rp50 miliar dengan target mampu membuka lapangan kerja sebanyak 25 juta secara nasional.

Hal tersebut sebagaimana hasil koordinasi dengan Bappenas yang telah menempatkan ekonomi kreatif menjadi sektor utama dari keberlanjutan pembangunan yang fokus kepada kualitas pariwisata hijau dan inklusif.

“Terima kasih Pak Gubernur untuk penyediaan lahan yang sangat strategis semoga bisa segera selesai supaya tidak tertunda, kami targetkan tahun 2025 sudah bisa digunakan,” terang dia.

Sementara, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad menyambut baik rencana pembangunan SKI tersebut. Menurutnya, kehadiran SKI akan melengkapi atraksi wisata di Provinsi Kepulauan Riau. SKI itu nantinya akan menjadi satu kesatuan untuk menjadikan Tanjungpinang sebagai destinasi wisata heritage dan ekonomi kreatif.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement