UNTUK mengawal terpenuhinya hak-hak perempuan dan anak, maka peran relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) sangat penting di Indonesia. Para relawan SAPA mempunyai peran strategis dalam penanggulangan pekerja anak di desa. Keberadaan relawan SAPA yang fokus memberikan pendampingan kasus perempuan dan anak yang jadi bagian dari tujuan pembentukan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan, DRPPA sudah dikembangkan di 34 provinsi karena memang saat itu belum ada pemekaran. Sekarang sudah ada pemekaran menjadi 38 provinsi, nanti ke depan bisa dikembangkan lagi.

"Kami mengembangkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak karena menurut data dan indeks, masalah anak dan perempuan masih jadi PR panjang. Oleh karena itu adanya DRPPA merupakan salah satu upaya menyelesaikan isu-isu soal perempuan dan anak. Apalagi perempuan dan anak merupakan kekuatan bangsa, tiang negara makanya mereka wajib diperhatikan," ujar Menteri Bintang saat di Bali.
BACA JUGA:
Para relawan SAPA, terang Menteri Bintang, terus berjuang mewujudkan DRPPA di lapangan. Mereka ujung tombak dalam mengatasi isu-isu perempuan dan anak di lapangan.
Kementerian PPPA, ujar Menteri Bintang, bersama relawan Sapa terus berupaya mengikuti arahan Presiden Jokowi untuk melakukan Peningkatan Pemberdayaan Perempuan dalam Kewirausahaan, Peningkatan Peran Ibu dalam Pendidikan Anak, Penurunan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Penurunan Pekerja Anak, Pencegahan Perkawinan Anak.
BACA JUGA:
"Kita harus bersinergi, kerja sama, membangun kolaborasi untuk melaksanakan arahan presiden. Sesusah apapun, kalau bersama dan berkomitmen tidak ada istilah tidak mungkin dan tidak bisa," ujar Menteri Bintang.
Ia berharap DRPPA yang sudah berjalan dengan baik bisa direplikasi di daerah-daerah lain dan terus dilanjutkan perjuangannya mencapai desa ramah perempuan dan anak.
"Terkait goal 2024 akan kita evakuasi dulu program yang sudah berjalan. Apakah DRPPA ini bermanfaat bagi masyarakat, jika bermanfaat tentu saja bisa dilanjutkan ke depannya. Namun yang pasti kita akan terus melakukan evaluasi ke depannya," pungkas Menteri Bintang.
(Dyah Ratna Meta Novia)