MENGONSUMSI obat penurun berat badan menjadi solusi bagi orang yang menginginkan berat badan ideal. Padahal jika dikonsumsi terus menerus ternyata memiliki dampak yang serius pada kesehatan perut dan juga usus.
Menurut laman WebMd, Kamis (12/10/2023), obat yang diduga memiliki risiko tinggi tersebut ialah golongan ozempic, wegovy, dan rybelsus.
Beberapa pendapat mengemukakan mereka yang menggunakan salah satu obat ini, yang dikenal sebagai agonis reseptor peptida-1 yang mirip dengan glukagon (GLP-1). Mereka sembilan kali lebih rentan terkena pankreatitis, yaitu peradangan pankreas yang sangat menyakitkan bagi tubuh.
Orang yang menggunakan obat GLP-1 untuk diabetes mungkin dapat lebih bersedia menanggung risikonya karena itu suatu hal keuntungan bagu mereka untuk menurunkan risiko jantung.

Akan tetapi, jika hal itu dikonsumsi orang yang sehat dan hanya ingin mempunyai harapanemurunkan berat badan, maka kemungkinan justru lebih berhati-hati dalam menimbang risiko yang diterima.
Temuan lain juga menunjukkan masyarakat yang mengonsumsi obat-obatan itu akan kemungkinan empat kali lebih mudah terserang obstruksi usus, yang dapat mencegah makanan melewati usus besar atau kecil dengan gejala yang ditimbulkan berupa mual muntah, kram atau kembung.
Bahayanya, apabila dikonsumsi selama lebih dari tiga kali dapat menyebabkan paresis perut atau penyumbatan makanan dalam perut. Salah satu studi dari Journal of the American Medical Association menemukan hal ini bukan sekedar untuk menakut-nakuti, tetapi untuk meningkatkan kesadaran pengguna agar lebih berhati-hati dan mempertimbangkan risikonya sebelum mengonsumsi obat-obatan tersebut.