BANYAK masyarakat yang memilih untuk menggunakan obat paten sebagai alternatif untuk menyembuhkan penyakit mereka. Obat paten ini dianggap lebih efektif dan cepat dalam menyembuhkan penyakit.
Mereka bahkan rela merogoh kocek cukup dalam demi mendapatkan sebuah obat yang mereka inginkan.
Lantas apa yang membuat obat paten itu mahal?
Menurut Capacity Building and Engagement Coordinator of STARmeds apt. Hesty Utami Ramadaniati, M.Clin, Pharm, PhD obat paten bisa mahal karena memiliki packaging yang berbeda dengan obat generik. Obat paten biasanya menggunakan packaging blister sebagai pembungkus obatnya.

“Blister itu kan dia lebih kuat, kemudian teknologinya lebih rumit,” kata Hesty dalam acara Kelas Jurnalis STARmeds, di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa 3 Oktober 2023.
Selain itu obat paten juga sudah melewati proses marketing, sehingga membuat obat paten cenderung lebih mahal dari obat generik.
Meskipun pada umumnya, kandungan yang terdapat pada obat paten dan generik cenderung sama.
“Jadi silahkan ya kalau mampu beli yang mahal, tapi isinya akan sama saja. Kemudian kalau yang di resepkan dokter itu mahal gitu ya karena dia bermerk. Kita sebagai pasien mempunyai hak untuk meminta generik,” ucap Hesty.
Namun menurut Hesty bukan berarti obat dengan strip itu tidak bagus. Hanya saja memang ada kualitasnya dari segi kemasan.
"Kalau obat mahal biasanya akan menggunakan blister, tetapi untuk segi fungsi penyimpanan tidak ada masalah," tuturnya.
Pada kesempatan itu pun Hesty tak lupa memberikan tips kepada masyarakat agar memudahkan untuk mengenali obat yang sudah tidak layak konsumsi.
“Misal sirup ya kalau sudah kelihatan sudah ada gumpalan itu sudah pasti gak baik, atau misalkan warnanya berubah ya. Dari biasanya yang tablet kok sudah hancur-hancuran itu udah tanda,” tuturnya.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.