BELUM lama ini beredar sebuah penelitian yang menemukan mikroplastik di awan. Potongan plastik yang berukuran sangat kecil itu biasanya berbentuk fragmen, film, dan fiber.
Dokter Spesialis Paru, dr Erlina Burhan menjelaskan sumber limbah mikroplastik sendiri banyak ditemukan dari kantong plastik, styrofoam, kemasan makanan siap saji, dan botol-botol plastik.
“Tentunya jika tidak ditangani, maka akan menjadi masalah yang lebih besar. Baik untuk lingkungan maupun kesehatan,” tulis dr Erlina, dikutip dalam akun X miliknya @erlinaburhan, Selasa (3/10/2023).
Tidak hanya itu, mikroplastik sendiri juga terbagi atas dua jenis yaitu mikro primer (untuk produk sabun, deterjen, kosmetik, pakaian) dan juga sekunder (dari penguraian sampah plastik di lautan).

Lantas apakah aman untuk kesehatan? Terkait hal tersebut dr Erlina memberikan beberapa bukti dengan memberikan hasil penemuan oleh peneliti asal Jepang.
Mereka mengidentifikasi adanya sembilan temuan jenis polimer berbeda, dan satu jenis karet dalam mikroplastik di udara yang ukurannya sebesar 7,1-94,6 mikrometer.
“Dalam suatu penelitian yang terbit pada 2022, salah satu kemungkinan dampak dari paparan mikroplastik adalah disfungsi penghalang epitel,” tulis dr Erlina.
Menurutnya gangguan fungsi penghalang epitel juga dapat memudahkan zat asing, seperti alergen dan racun, memasuki interstitium dan aliran darah, yang kemudian dapat menyebabkan berkembangnya penyakit paru-paru seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).