Jika tidak ada catatan yang jelas terkait dengan historis tempat makan itu, kata Andreas, maka bisa bercampur pada klaim masing-masing.
Lebih lanjut dia menegaskan, dikatakan sebagai kuliner legendaris tidak bisa berpatok seberapa lama tempat ini berdiri. Meskipun sudah ada sejak puluhan tahun silam, apabila tidak ada catatan sejarahnya, maka belum bisa disebut sebagai kuliner legendaris.
"Ketika orang itu sudah bida menceritakannya (mengapa tempat kuliner) itu ada, maka bisa disebut dalam katagori tersebut (legendaris). Oh ternyata ada ceritanya," katanya.
Oleh karena itu, peran kurator yang memiliki kemampuan untuk menentukan, apakah kuliner yang diklaim sebagai legendaris itu benar-benar melegenda.
(Endang Oktaviyanti)