Padahal jika dilakukan pengecekan dengan seksama alat itu termasuk ke dalam alat hitungan rutin yang dilakukan tim medis rumah sakit sebagai standar. Sehingga mulai saat itu, Otoritas kesehatan Auckland, yang dikenal sebagai Te Whatu Ora Te Toka Tumai Auckland meminta anggota staf bahwa retraktor harus dimasukkan dalam hitungan, agar tidak ada kasus seperti ini lagi.
Mike Shepard, selaku direktur operasi grup Te Whatu Ora untuk Auckland, mengatakan kepada media bahwa dirinya sangat menyesal dengan apa yang terjadi kepada pasiennya, dan ia mengakui dampak yang akan terjadi pada pasien dan keluarganya. Untuk itu, sebagai permintaan maaf ia akan meninjau kembali perawatan pasiennya tersebut agar tidak akan terulang lagi dikemudian hari.
Kasus ini telah dirujuk ke direktur proses komisaris, yang memiliki kekuatan untuk mengajukan tuntutan disipliner, yang pada akhirnya dapat mengakhiri karir mereka yang terlibat.
Sekedar informasi, hal Ini bukanlah hal yang pertama terjadi pada pasien, di tahun 2021. Seorang pria juga menjalani operasi darurat untuk mengobati usus besar berlubang, di mana retraktor luka Alexis dimasukkan sepenuhnya ke dalam perutnya dan tidak diangkat, menyebabkan dirinya sakit dan mual sebelum diangkat lebih dari kurun waktu dua minggu setelah operasi.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.