Memanfaatkan rumah seluas 8 meter x 6 meter itu, Hanny lantas berhasil membuka rumah baca yang jadai wadah baru bagi para anak-anak di Sentani dan daerah lain di Papua untuk meningkatkan minat baca.
Bahkan, bak gayung bersambut, ia kemudian mendapatkan bantuan dari salah satu lembaga swasta berupa berbagai macam koleksi buku hingga perlengkapan pembelajaran
Namun, setahun pasca membangun Rumah Baca Yoboi, Hanny harus menghadapi cobaan pertamanya. Pasalnya, pada Maret 2019, Kabupaten Jayapura mengalami musibah banjir bandang.
Meski tidak terdampak langsung, Danau Sentani yang ada di dekat lokasi Rumah Baca Yoboi saat itu meluap, hingga merendam sebagian buku-buku yang ada di sana. Namun, usai musibah berlalu, Hanny tak patah semangat dan kembali membenahi rumah baca yang ia dirikan itu.

(Foto: Dok pribadi Hanny Felle)
“Jadi itu buku-buku hampir semuanya terendam. Tapi saya tidak menyerah, beberapa masih bisa saya selamatkan dan setelah bencana berlalu, saya kembali mendapat bantuan untuk kembali membenahi rumah baca dan menambah koleksi buku,” tutur Hanny lagi.
Perjuangan Hanny tak berhenti sampai disitu. Saat pandemi Covid-19 melanda di awal 2020 lalu, perempuan berusia 51 tahun ini juga mulai kesulitan untuk melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar yang kerap dilakukan di Rumah Baca Yoboi.