Terlebih, sejak kecil ia juga terinspirasi dari sosok mendiang sang ayah, Aser Felle, salah seorang petugas gereja di GKI Betel, kampung Yobeh yang kerap mengajar anak-anak dalam kegiatan sekolah setiap pekan.

(Foto: Dok pribadi Hanny Felle)
Sejak saat itu, Hanny lantas terinpirasi untuk membuat kelompok belajar. Meski bermodalkan cukup terbatas, Hanny tak menyerah, ia mulai berjuang lebih keras agar anak-anak di sekitar tempat tinggalnya bisa fasilitas yang lebih layak.
Setiap hari, ia rela memancing ikan hingga memeras sagu untuk ia jual ke Pasar Lama Sentani. Uang hasil jualan ikan dan sari sagu tersebut lantas ia jadikan modal untuk membeli perlengkapan membaca dan menulis anak-anak yang kerap datang ke rumahnya.
Tak hanya membaca dan menulis, Hanny juga mulai mengajarkan segala bentuk keterampilan hingga kepedulian akan alam sekitar kepada anak-anak tersebut selama bertahun-tahun.
Cikal bakal Rumah Baca
Langkah demi langkah inilah yang akhirnya membuat Hanny mantap untuk mendirikan Rumah Baca Yoboi di tempat tinggalnya pada 2018. Ia bertambah semangat, karena melihat saat itu makin banyak anak-anak yang cukup antusias datang ke tempatnya untuk belajar. Bahkan, tak hanya dari wilayahnya saja, namun dari beberapa wilayah lain seperti Biak hingga Manokwari.
“Saya lihat di lingkungan saya ini beda, qalaupun anak-anak sekolah ya. Mereka sekolah, pulang sekolah, terus di situ saya lihat ada yang menulis, membaca, akhirnya saya inisiatif,” tutur Hanny, saat dihubungi MNC Portal, baru-baru ini.
“Daripada mereka pulang sekolah tidak ada aktivitas lain, ya saya hadirkan rumah baca literasi di tempat saya tinggal,” imbuhnya.