Dari 21 molekul dengan skor tertinggi, ada tiga yang mampu menghilangkan sel-sel yang menua, sambil tetap menjaga sel-sel normal tetap hidup. Senolitik baru ini kemudian diuji lebih lanjut untuk memahami cara mereka berinteraksi dengan tubuh.
Tanpa model pembelajaran mesin, proses ini bisa memakan waktu berminggu-minggu dan dana dalam jumlah besar. Meskipun penelitian ini berhasil, itu hanyalah awal dari penelitian karena masih banyak yang harus dilakukan untuk hasil yang lebih matang.
“Langkah selanjutnya adalah bekerja sama dengan dokter di universitas saya untuk mencoba menguji obat yang kami temukan pada sampel jaringan paru-paru manusia yang kuat,” jelas Vanessa.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.