Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kabar Baik, Para Peneliti Bikin Obat Anti-Penuaan

Tangguh Putra , Jurnalis-Senin, 07 Agustus 2023 |16:45 WIB
Kabar Baik, Para Peneliti Bikin Obat Anti-Penuaan
Obat anti-penuaan (Foto: Freepik)
A
A
A

KINI teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan semakin hari makin meluas penggunaannya, termasuk hingga ke dunia medis dan kecantikan.

Hal terbaru, dikabarkan bahwa teknologi tersebut sedang digunakan para peneliti di University of Edinburgh untuk membuat obat anti penuaan.

 mencari obat anti penuaan

Seperti dilansir dari Science Focus, Senin (7/8/2023), mereka bertekad untuk menemukan molekul yang dapat mengatasi sel-sel yang menua hanya dalam hitungan menit. Itu artinya molekul akan melawan masalah terbesar umat manusia.

Untuk diketahui, AI sebenarnya memang telah digunakan dalam dunia penemuan obat. Namun baru kali ini digunakan untuk menciptakan obat senolitik yang dapat memperlambat penuaan, serta mencegah penyakit yang berkaitan dengan usia.

Dengan menggunakan AI, pengembangan obat senolik yang mahal dan memakan waktu bisa ditekan. Vanessa Smer-Barreto, seorang peneliti di Institut Genetika dan Kedokteran Molekuler mengatakan AI menjadi solusi masalah yang sedang dihadapi.

“Menghasilkan data biologis Anda sendiri bisa sangat mahal, dan bisa memakan banyak waktu, bahkan hanya untuk mengumpulkan data pelatihan. Apa yang membuat pendekatan kami berbeda adalah kami mencoba melakukannya dengan dana terbatas," kata Vanessa.

 BACA JUGA:

"Kami mengambil data pelatihan dari literatur yang ada dan melihat bagaimana memanfaatkannya dengan pembelajaran mesin untuk mempercepat pekerjaan," lanjutnya.

Dengan menggunakan algoritme AI, dia dapat menemukan tiga opsi yang menjanjikan untuk jenis obat ini. Untuk melakukannya Vanessa memberi contoh model AI dari senolitik dan non-senolitik, mengajarkan model AI untuk membedakan keduanya.

 BACA JUGA:

Sebanyak 4.340 molekul dimasukkan ke dalam model AI, mengembalikan daftar hasil hanya dalam lima menit. Model tersebut telah mengidentifikasi 21 molekul dengan skor tertinggi yang dianggap sebagai senolitik.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement