Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Organ Tubuh yang sering Terserang Penyakit Antraks, Salah Satunya Sistem Saraf

Cita Zenitha , Jurnalis-Kamis, 06 Juli 2023 |09:33 WIB
4 Organ Tubuh yang sering Terserang Penyakit Antraks, Salah Satunya Sistem Saraf
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

TERDAPAT 4 organ tubuh yang sering terserang penyakit antraks patut diwaspadai. Penyakit ini berasal dari infeksi bakteri pembentuk spora yakni Bacillus Anthracis.

Meskipun jarang terjadi,bakteri penyakit antraks awalnya menyerang hewan ternak dan hewan liar. Tapi ternyata manusia dapat terinfeksi setelah berinteraksi langsung maupun tidak langsung dengan hewan yang terkena penyakit.

Bakteri masuk melalui luka pada kulit, memakan daging hewan yang terinfeksi, atau menghirup spora.

Berikut penjelasan 4 organ tubuh yang sering terserang penyakit antraks dilansir Mayoclinic:

1. Kulit

Kulit

Penyakit antraks umumnya menyerang manusia melalui kontak dengan kulit yang terluka menjadi jalan bagi bakteri antraks untuk masuk. Pengobatan tepat dapat mengatasi antraks kulit mencegahnya bertambah fatal.

Infeksi antraks kulit bermula dengan benjolan gatal seperti digigit serangga. Dalam dua hari benjolan bekembang menjadi luka terbuka berwarna hitam pada bagian tengah dan terasa nyeri. Penderita antraks kulit mungkin mengalami gejala flu termasuk sakit kepala.

2. Paru-paru (inhalasi)

Penyakit antraks menyerang organ pernapasan setelah manusia menghirup spora antraks. Bakteri mulai berkembang biak dan menyebabkan penyakit pernafasan serius. Seringkali penyakit ini berakibat fatal dan mematikan.

Ggejala antraks seperti flu, demam, dan nyeri otot. Penderita juga mengalami sakit tenggorokan, mual, batuk darah, dan kesulitan bernafas.

Bila tidak mendapat penanganan optimal infeksi ini dapat berkembang menjadi pneumonia parah.

3. Pencernaan

Melansir Centers for Disease Control and Prevention, penyakit antraks gastrointestinal menjangkit tenggorokan, kerongkongan, lambung, dan usus manusia. Infeksi biasanya berkembang dari 1 sampai 7 hari setelah terpapar.

Manusia bisa terkena antraks gastrointestinal akibat mengkonsumsi daging yang kurang matang dari hewan yang terinfeksi.

Gejala umum penyakit ini seperti keracunan makanan mulai dari mual, muntal, diare berdarah, dan demam. Tanpa pengobatan, penderita antraks gastrointestinal meninggal dunia.

4. Sistem Saraf

Oxford University Press menjelaskan antraks dapat menyerang sistem saraf atau dikenal dengan antraks sistemik. Penyakit ini tergolong langka tetapi paling serius dari tipe antraks lainnya.

Bakteri antraks memasuki sistem saraf melalui darah menyebabkan peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang.

Selama abad ke-20 dari 250 pasien setidaknya 90% nya meninggal dunia.

(RIN)

(Rani Hardjanti)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement