Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cegah Demam Berdarah, Salah Satunya dengan Vaksin!

Kevi Laras , Jurnalis-Minggu, 18 Juni 2023 |09:17 WIB
Cegah Demam Berdarah, Salah Satunya dengan Vaksin!
Demam berdarah (Foto: Baby center)
A
A
A

KEMENKES mengingatkan masyarakat Indonesia harus waspada kasus demam berdarah atau DBD. Dalam pencegahannya, ternyata bukan hanya dengan Fogging saja loh tapi juga bisa dengan vaksinasi.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Imran Pambudi menjelaskan, pencegahan dengan Fogging sangat mencemari lingkungan dan akhirnya mencemari manusia. Fogging juga dapat membuat nyamuk malah menjadi resisten atau kebal.

 DBD

"Saat sudah sudah meminimalkan penggunaan fogging, yang harus dilakukan adalah pemberantasan sarang nyamuk yang harus dilakukan secara massal, berkesinambungan dan kalau endemis, ini harus dilakukan sepanjang tahun,” ucap dr. Imran.

Saat ini, sudah ada dua jenis vaksin yang sudah mempunyai izin edar dari BPOM dan beredar di pasaran, antara lain vaksin Dengvaxia dan vaksin Qdenga. Hal ini dinilai menjadi salah satu intervensi yang efektif dalam penanggulangan dengue di Indonesia.

 BACA JUGA:

"Meskipun sudah ada izin edar dari BPOM, Kemenkes secara program bekerja sama dengan Direktorat Imunisasi dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) untuk memasukkan vaksin ini ke dalam vaksin program atau imunisasi dasar lengkap," sambungnya.

 BACA JUGA:

Perlu diketahui, berdasarkan data Kemenkes pada 27 November 2022 menunjukkan kasus DBD periode 10 tahun terakhir mulai naik setiap bulan November, puncak kasus pada Februari, dan Maret – April mulai terjadi penurunan kasus. Siklus ini terjadi selama 10 tahun terkahir.

Sebagai catatan, masyarakat perlu memahami gejala-gejala infeksi dengue/DBD sering terjadi adalah demam mendadak tinggi selama 2 sampai 7 hari, muka memerah, sakit kepala, mual kadang muntah, sakit perut, sakit tulang, kalau orang dewasa sering terjadi ngilu pada tulang sendi, nyeri otot.

Juga disertai dengan diare, bintik-bintik merah pada kulit, mimisan, gusi berdarah, muntah darah, BAB berdarah, kemudian tangan dan kaki dingin dan lembab, lemah, tidur terus.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement