3. Ada 17 KLB suspek campak di 14 kabupaten/kota di 10 provinsi yaitu:
Banten di kabupaten Serang, Jawa Barat yaitu Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Cirebon Kabupaten Ciamis, Jawa Timur di kabupaten Tulungagung, Sumatera Barat di Kabupaten Solo, Jambi di kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi. Kemudian, Sumatera Selatan di Kabupaten OKI, Kalimantan Selatan di Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut, Maluku Utara di Kota Ternate dan Papua Barat di Kabupaten Teluk Bintuni.
"Suspek campak itu diperiksa di laboratorium di Jakarta, di mana -mana kota besar dan dikonfirmasi dan hasilnya ditemukan kasus meningkat," kata dr Anggraini dalam Media Briefing.
(Dyah Ratna Meta Novia)