Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tradisi Aneh Suku di India, Minum Darah Haid Wanita untuk Awet Muda

Salwa Izzati Khairana , Jurnalis-Senin, 22 Mei 2023 |02:05 WIB
Tradisi Aneh Suku di India, Minum Darah Haid Wanita untuk Awet Muda
Suku Baul, sekte agama juga komunitas musik pengembara di India dan Bangladesh. (Foto: Leonid Plotkin/Alamy via Amuse)
A
A
A

SUKU Baul di India dan Bangladesh punya tradisi aneh sekaligus ekstrem. Jika ada anak gadis mengalami menstruasi untuk pertama kali, mereka akan membuat perayaan khusus. Bukan itu saja, darah haid si gadis turut diminum.

Bagi umumnya orang di dunia ini, darah haid yang keluar dari kemaluan perempuan tentu sangat menjijikkan. Jika kelihatan pun akan dianggap sebagai aib atau memalukan.

Tapi, suku Baul yang merupakan sekte agama juga komunitas musik pengembara di India dan Bangladesh memiliki pandangan lain sesuai kepercayaan leluhurnya.

 BACA JUGA:

Mereka percaya dengan meminum darah haid wanita yang baru pertama kali menstruasi atau datang bulan dapat menjadi awet muda dan memperpanjang umur.

Mengutip dari Amuse, suku Baul merayakan haid pertama seorang gadis dengan mencampurkan darah haidnya dengan kapur barus, susu, santan, dan gula. Kemudian diminum oleh keluarga dan teman-temannya.

 

Tak hanya sekadar kemampuan dalam bernyanyi untuk menjadi seorang Baul, ini juga tentang menambah cairan tubuh, terutama darah haid. Suku Baul mengacu pada empat bulan untuk darah haid, benih, kotoran, dan urin.

 BACA JUGA:

Mereka percaya bahwa wanita memiliki semua ini, sementara pria tidak memiliki darah haid. Suku Baul menganggap air mani sebagai benih, tetapi juga percaya wanita memiliki benih dalam cairan vagina dan darah haid.

Ini adalah acara ritual di mana pria harus menahan ejakulasi, sedangkan wanita didorong untuk orgasme untuk memberi energi pada pasangan mereka.

Oleh karena itu, orang-orang Baul memandang pria sebagai orang yang tidak lengkap secara spiritual jika dibandingkan dengan wanita yang telah mendapatkan empat bulannya.

Melihat kekurangan ini, suku Baul percaya bahwa darah haid harus dicerna, ditukar, dan diserap kembali untuk mengisi kembali tubuh dan jiwa.

Mengutip dari Amuse, seorang wanita Baul bernama Tara mengenang efek meminum darah haid terhadap mereka yang mengikuti upacara itu.

“Seperti kekuatan ingatan dan konsentrasi meningkat, kulit menjadi bercahaya, suara menjadi merdu, dan seluruh makhluk dipenuhi dengan kebahagiaan, ketenangan, dan cinta.”

 Ilustrasi

Selain menggunakan tampon sebagai teh celup, ada cara lain untuk menyebarkan empat bulan darah haid untuk mencapai efek yang sama.

Suku Baul percaya bahwa darah haid juga dapat tertelan melalui mulut penis pria. Ini disebut sebagai seks saat menstruasi.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement