PEMERINTAH Kota (Pemkot) Sabang, Provinsi Aceh mulai mengembangkan konsep wisata sejarah dengan memperkenalkan destinasi wisata Kota Tua, dalam upaya menonjolkan potensi budaya, adat, dan sejarah di daerah ini.
Penjabat Wali Kota Sabang, Reza Fahlevi berujar bahwa keberadaan Kota Tua semakin tersingkir dan terlupakan akibat modernisasi.
Padahal apabila dikelola secara tepat, maka Kota Tua dapat menjadi sumber pendapatan daerah yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Untuk saat ini tren Kota Tua sedang sangat diminati para wisatawan, terutama wisatawan mancanegara," kata Reza.
Untuk tahap awal, kata Reza, dirinya bersama beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD) telah menyusuri dan meninjau Kota Tua di Sabang seperti Jalan Diponegoro, Perdagangan, dan Kuta Ateuh.
"Tujuan saya bersama beberapa kepala OPD ini tur ke Kota Tua untuk merefleksi dan mempelajari kembali bagaimana history yang ada di tiap sudut Kota Sabang saat ini," katanya pula.
Reza menjelaskan, Kota Tua Sabang secara usia memiliki nilai sejarah yang tinggi. Hal ini didukung dengan keberadaan bangunan atau fasilitas peninggalan kolonial yang memiliki cerita dan fungsinya masing-masing pada masa itu.