“Nakes dengan kuantitas dan kualitas yang memadai sangat penting untuk mencapai indikator kesehatan yang optimal, karena ini secara langsung mempengaruhi kualitas layanan kesehatan yang diberikan," paparnya.
Diungkap Melki, secara nasional, ketersediaan nakes Indonesia masih sangat rendah, lebih rendah dari standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan rata-rata di kawasan Asia Tenggara.
Pasalnya, Indonesia hanya punya 0,62 dokter per 1.000 penduduk, padahal standar WHO adalah 1,0 per 1.000. Begitupun dengan masih sangat rendahnya jumlah dokter spesialis, tercatat hanya ada 0,12 dokter spesialis per 1.000 penduduk, jumlah yang kecil dibandingkan dengan median Asia Tenggara yakni 0,20/1.000 penduduk.
Selain itu, berdasarkan data dari Sistem Informasi SDM Kesehatan (SISDMK), di tahun 2020 masih terdapat 6,9 persen puskesmas di Indonesia tanpa adanya dokter.
Dari keterangan Melki, Provinsi Papua 48,18 persen, Provinsi Papua Barat (42,07 persen, dan Provinsi Maluku 23,45 persen adalah tiga Provinsi tertinggi dengan persentase puskesmas tanpa dokter tertinggi.
(Rizky Pradita Ananda)