3. Sedia inhaler
Selalu siapkan inhaler pereda ke mana pun Anda pergi dan beraktivitas. Inhaler bisa jadi penyelamat jika mengalami serangan asma. Menggunakan inhaler disebutkan tidak membatalkan puasa. Jika menyakini menggunakan inhaler tetap bisa membuat puasa batal, konsultasikan ke dokter terkait penggunaan inhaler pencegah Anda saat sahur dan malam hari (penggunaan inhaler dengan pengaturan waktu yang berbeda dari waktu yang ditentukan).
4. Rutin kontrol
Meski berpuasa, jangan lewatkan jadwal pemeriksaan rutin tahunan atau bulanan. Pesan jadwal janji temu dengan dokter sebelum mulai puasa, atau bisa juga saat di bulan Ramadan tapi di malam hari saat sudah berbuka puasa. Hal ini penting, agar dokter bisa memantau keadaan kondisi kesehatan kita.
5. Terhidrasi
Sebelum berpuasa, minumlah banyak cairan untuk mencegah saluran udara tubuh Anda mengering selama periode puasa, yang mana kondisi ini bisa memperburuk penyakit asma yang diidap.
(Vivin Lizetha)