BEBERAPA tahun belakangan ini, terutama setelah masa pandemi covid, banyak masyarakat Indonesia yang mulai menyadari betapa pentingnya kesehatan. Segala macam cara dilakukan untuk menjaga tubuh dan imun tetap terjaga, seperti dengan meminum vitamin, mengonsumsi makanan bergizi, hingga rajin berolahraga.
Salah satu olahraga yang kini digandrungi oleh masyarakat dari segala kalangan usia adalah workout. Namun, tahukah kamu jika terdapat olahraga bernama kalistenik? Kalistenik merupakan olahraga berupa melatih gerakan dengan cara memaksimalkan penggunaan berat tubuh sendiri dalam proses melatih otot. Beberapa gerakannya antara lain pull up, handstand push up, dan paused v up.
BACA JUGA:
Melalui YouTube Channelnya, praktisi kesehatan dan sport enthusiast, dokter Tirta mengajak seorang pelatih kalistenik bernama Audri untuk berbagi ilmu tentang kalistenik, seperti 5 gerakan kalistenik yang bisa dilakukan di rumah.
1. Leg Assisted Chin Up
Berguna untuk regresi atau penurunan kesulitan untuk mencapai gerakan chin up. Gerakan ini dapat dilakukan menggunakan pull up bar portable. Gerakan ini menggunakan otot back dan biceps. Tidak boleh menggunakan bahu karena akan mengakibatkan cedera. Bisa dilakukan 8-10 repetisi dikalikan dengan 3 set.
2. Incline Push Up
Berguna untuk regresi atau penurunan kesulitan untuk gerakan push up di bawah. Gerakan ini bisa dilakukan dengan bantuan alat-alat yang ada di rumah, seperti meja ataupun kursi. Semakin tinggi alat yang digunakan, semakin mudah gerakan incline push up. Apabila sudah semakin kuat sekitar 12 repetisi dikalikan 3 atau 4 set, ketinggian alat bisa diturunkan sesuai dengan porsi masing-masing.
BACA JUGA:
3. Bodyweight Squat atau Split Squat
Squat sendiri merupakan gerakan untuk melatih otot kaki bagian depan atau paha. Gerakan ini tidak membutuhkan alat bantu. Namun jika belum bisa dengan lancar, bisa dibantu dengan kursi. Sedangkan untuk Split Squat mekanismenya akan melatih menggunakan 1 kaki.