PENJABAT Bupati Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, Mujiyat menginginkan kegiatan ogoh-ogoh di Desa Dwipasari, Kecamatan Wanaraya menjadi destinasi wisata adat dan budaya.
"Kita punya keinginan kuat agar Desa Dwipasari bisa menjadi destinasi wisata adat dan budaya yang berlangsung setiap tahun," kata Mujiyat menukil ANTARA.
Namun, Mujiyat mengungkapkan salah satu yang menjadi kendala, karena kondisi infrastruktur rusak parah di jalan poros kabupaten yang menghubungkan Dwipasari, Sidomulyo dan Roham Raya.
Padahal jalan tersebut, kata Mujiyat, merupakan urat nadi perekonomian warga Dwipasari yang sebagian besar kebun sawit dan karet.

"Mudah-mudahan dalam tahun anggaran 2023 diprogramkan dan dikerjakan dengan segala kemampuan yang tersedia di Pemkab Batola," paparnya.
Terkait destinasi wisata adat dan budaya yang merupakan salah satu dari sumber daya terbarukan, Mujiyat meminta Disporbudpar Batola segera berkoordinasi dengan pihak terkait.
Wakil Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Wanaraya I Wayan Mika menuturkan, puluhan pria mengarak dua ogoh-ogoh berbobot puluhan kilogram yang dibuat warga Dwipasari tersebut.