I Wayan Mika menambahkan dua patung yang merepresentasikan Bhuta kala itu diarak ke empat penjuru angin, sebelum kemudian dibakar di pinggir sungai.
Sebenarnya, menurut I Wayan Mika, ogoh-ogoh tidak memiliki hubungan langsung dengan Hari Raya Nyepi, namun patung tersebut tetap boleh dibuat sebagai pelengkap kemeriahan upacara.

(Foto: MNC Portal)
"Ogoh-ogoh tersebut merupakan simbol sifat-sifat buruk seperti marah, dengki maupun sombong. Makanya ogoh-ogoh berbentuk menyeramkan dan jelek dibakar sebagai simbol memusnahkan sifat buruk atau negatif supaya tidak mengganggu Catur Brata penyepian," papar I Wayan Mika.
Selepas saksikan pawai ogoh-ogoh rombongan trail Penjabat Bupati Batola bergerak menuju desa Kolam Kanan untuk memenuhi undangan pawai ogoh-ogoh saat perayaan Nyepi 2023.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.