Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Semarang Potensial Kembangkan Wisata Halal, Sandiaga: Ciptakan Fasilitas Rekreasi Ramah Muslim

Novie Fauziah , Jurnalis-Jum'at, 17 Maret 2023 |11:16 WIB
Semarang Potensial Kembangkan Wisata Halal, Sandiaga: Ciptakan Fasilitas Rekreasi Ramah Muslim
Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Dok. Kemenparekraf)
A
A
A

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno melihat peluang untuk menggali potensi pengembangan wisata halal di Semarang, Jawa Tengah. Khususnya spot pariwisata yang bisa dikembangkan dalam konsep wisata religi.

Menurut dia, peluang dan fokus pemerintah atas peningkatan sektor ekonomi kreatif dan bukan berarti mensyariahkan destinasi, terlebih konsep tersebut diyakini akan mendorong peningkatan ekonomi kreatif di Tanah Air.

"Banyak sekali spot pariwisata yang bisa dikembangkan dalam konsep wisata religi, wisata ziarah, wisata budaya, wisata alam, hingga wisata buatan yang bisa berlanjut ke sektor ekonomi kreatif sebagai produk halal seperti kosmetik hingga paket-paket wisata baik sebelum maupun sesudah umroh," ucap Sandi dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (17/3/2023).

Lebih lanjut, saat ini Kemenparekraf tengah mengembangkan konsep wisata halal dengan tiga layanan tambahan dasar.

Pertama, need to have ini merupakan suatu keharusan. Serta layanan makanan halal dan fasilitas untuk mendirikan shalat.

Infografis Destinasi Wisata Super Prioritas

"Yang dimaksud need to have artinya menyajikan aneka kuliner halal. Restoran mana saja yang menyediakan makanan halal. Sehingga wisatawan merasa aman mengonsumsi makanan halal," ujarnya.

Kedua adalah good to have, yakni misalnya akan lebih baik jika di tempat wisata dihadirkan toilet yang ramah bagi muslim dan muslimah.

"Ketiga yaitu nice to have. Jadi, akan lebih baik jika ada fasilitas rekreasi yang ramah dengan keluarga muslim," terangnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement