Nadia menegaskan, semua ini juga menyangkut perlunya komunikasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI sebagai pihak berwenang.
"Jadi kita perlu komunikasikan bersama BPOM, sehingga obat bisa diberikan akses tersedia di kita. Contoh obat yang di jastip, terutama obat jantung, obat gula, bahkan vitamin tapi itu memang lebih kepada obat yang bermerek jauh lebih mahal," pungkas dr. Nadia
Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin sudah menyinggung soal harga obat di Indonesia yang lebih mahal dibandingkan negara lain dan akhirnya memicu banyaknya jastip obat di kalangan masyarakat.
"Sekarang jastip obat sudah banyak banget. Makanya saya ingin, minta obat-obat apa yang paling beda harganya antara Indonesia dan Malaysia, kita bikin transparan. Saya ingin harga obat itu murah," terang Menkes Budi dalam gelaran Raker Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) pada 23 Februari lalu.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.