Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Ruwah di Bulan Sya'ban, Tradisi Sakral Masyarakat Jawa Menyambut Ramadhan

Novie Fauziah , Jurnalis-Jum'at, 24 Februari 2023 |15:00 WIB
Mengenal Ruwah di Bulan Sya'ban, Tradisi Sakral Masyarakat Jawa Menyambut Ramadhan
Tradisi Ruwahan di Samigaluh, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Foto: kulonprogokab.go.id)
A
A
A

Gus Bahwa bilang, bahwa Syaban sebagai bulan “arwah” ini berkaitan dengan tradisi masyarakat Indonesia, khususnya Jawa yang mengunjungi makam-makam untuk mendoakan arwah para leluhur.

Ia mengatakan, tradisi ini awalnya dari Yaman yang setiap tahunnya pada bulan ini mengadakan haul Nabi Hud. Sehingga kiai-kiai Jawa mengirimkan doa ketika bulan Sya’ban atau bulan Ruwah. Maka muncullah istilah tradisi ruwah atau ruwahan, yang tidak asing di telinga masyarakat Jawa.

 Ilustrasi

"Di Yaman itu ada khoulnya Nabiyullah Hud dan itu pada waktu Sya’ban. Sehingga kiai-kiai Jawa kalau kirim doa itu dibarengkan pas Sya’ban atau Ruwah," terangnya.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement