BEREDAR hasil penelitian dari Pusat Jantung Cedars-Smidt Sinai terkait penyintas Covid-19. Menurut penelitian tersebut, penyintas Covid-19 akan lebih berisiko terkena diabetes.
Penulis utama studi sekaligus dokter kardiovaskular di Smidt Heart Institute di Cedars-Sinai, Alan Kwan, MD, menyebutkan penyakit diabetes bagi penyintas Covid-19 ini adalah risiko yang nyata.
"Hasil kami memverifikasi bahwa, risiko mengembangkan diabetes tipe 2 setelah infeksi Covid-19 bukan hanya pengamatan awal,” jelas dr. Alan Kwan, MD, dikutip dari Hindustan Times.
“Tetapi faktanya, ini risiko nyata yang sayangnya, bertahan selama era varian virus Omicron," tambahnya.
Dalam hasil studi di atas diterangkan, ada sebesar 2, 1 persen risiko gabungan diabetes tipe 2 setelah terinfeksi Covid-19 terhitung untuk pasien yang divaksin dan tidak divaksinasi, dengan 70 persennya terjadi pasca infeksi Covid-19 versus 30 persen sisanya terjadi sebelum paparan Covid-19.
Disebutkan lebih lanjut, risiko terkena diabetes tipe 2 setelah paparan Covid-19 untuk pasien yang tidak divaksinasi capai 2,7 persen, dengan 74 persen terjadi usai infeksi Covid-19 versus 26 persen terjadi sebelum paparan Covid-19.
Sementara untuk penyintas Covid-19 yang divaksinasi, risiko diabetes tipe 2 setelah paparan Covid-19 hanya 1,0 persen dengan 51 persen terjadi pasca infeksi Covid-19 versus 49 persen terjadi sebelum paparan Covid-19.
“Hasil ini menunjukkan bahwa, vaksinasi Covid-19 sebelum infeksi bisa memberikan efek perlindungan terhadap risiko terkena penyakit diabetes,” jelas dr. Alan
Menanggapi hasil studi risiko penyintas Covid-19 terkena diabetes ini, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Mohammad Syahril menilai, menurutnya informasi sehubungan penelitian tersebut harus dibaca lebih detail terlebih dahulu.
BACA JUGA:Kemenkes Buka Suara Soal Isu Vaksin Covid-19 Berbayar Per Agustus 2023
Mengingat sebetulnya, penyakit kardiovaskular seperti diabetes, kolesterol dan darah tinggi, begitu bisa alias sangat mungkin untuk diidap seseorang tanpa harus terinfeksi Covid-19 terlebih dahulu.