SEJARAH Stasiun Bekasi memang menarik untuk dibahas. Stasiun sebagai tempat pemberhentian kereta api umumnya hanya sebagai tempat singgah para penumpang yang akan bepergian.
Tak sedikit dari para penumpang tersebut yang menikmati bangunan satu ini. Tak jarang pula dari mereka hanya berswafoto untuk mengabadikan momen.
Namun, lebih dari itu, ternyata tak sedikit bangunan stasiun yang memiliki sejarah panjang. Salah satunya adalah Stasiun Bekasi yang rupanya sudah ada sejak zaman Belanda.
Sejarah
Melansir dari laman resmi Heritage KAI, Stasiun Bekasi ini termasuk dalam proyek operasional kereta jalur timur di bawah naungan perusahaan Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij (BOS).
Menurut Undang-undang 9 Juni 1898 Stablaad 222, BOS mendapatkan izin konsesi pembangunan jaringan kereta api di Jakarta.
Tentara Jepang (Foto: Mikeda History)
Pembangunan yang ada pada saat itu dibagi menjadi empat tahap, yakni Jakarta-Bekasi, Bekasi-Cikarang, Cikarang-Kedunggede, dan Kedunggede-Karawang. Proses tahap awal yang dilakukan pada 1887 rampung hingga Bekasi.
Bersamaan dengan itu, Stasiun Bekasi diresmikan pada tanggal 31 Maret 1887. Mulanya operasional di Stasiun Bekasi dilaksanakan oleh BOS.
Akan tetapi sewaktu proses pembangunan ke Karawang, BOS mengalami kesulitan dana dan buruknya manajemen. Akhirnya meminta bantuan dana kepada pemerintah Hindia Belanda.
Pemerintah yang menyepakati pun memberikan syarat jika pekerjaan rampung, lintas Batavia-Karawang dibeli oleh perusahaan kereta api negara Staatssporwegen (SS), termasuk pula Stasiun Bekasi.