Gelaran tersebut merupakan 'festival darah' yang kerap membuat kedua 'pejuang' terluka atau bahkan cacat.
Menurut banyak orang, pertarungan itu mewakili pertempuran antara penduduk asli Inca dan penjajah Spanyol.
Bila ada condor yang terbunuh atau terluka selama pertarungan yang biasanya berlangsung sekitar 30 menit, maka dianggap sebuah pertanda buruk untuk tahun ini.
Di sisi lain, pelestari hewan sudah mencoba melarang pertarungan burung vs banteng di Coyllurqui selama bertahun-tahun, namun dengan komitmen penduduk setempat untuk melestarikan tradisi, upaya mereka sejauh ini terbukti sia-sia.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.