Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal White Day, Tradisi Balasan Kasih Sayang di Jepang Usai Valentine

Raden Yusuf Nayamenggala , Jurnalis-Kamis, 16 Februari 2023 |14:01 WIB
Mengenal White Day, Tradisi Balasan Kasih Sayang di Jepang Usai Valentine
Ilustrasi tradisi White Day di Jepang. (Foto: Livejapan.com)
A
A
A

MASYARAKAT Jepang setiap 14 Maret merayakan White Day, hari di mana para pria memberikan hadiah kepada wanita sebagai balasan atau penghargaan yang terima saat Hari Valentine 14 Februari.

Melansir dari Matcha JP, pada Hari Valentine para wanita di Jepang biasanya memberikan hadiah cokelat pada pria yang mereka cintai, dan tidak ada pertukaran hadiah. Tapi, pada 14 Maret, para pria membalas budi dengan memberi hadiah kembali ke wanitanya.

Sementara itu, pada 1960-an ketika Hari Valentine pertama kali datang ke Jepang, tidak lazim bagi para pria yang menerima cokelat untuk membalas budi sama sekali.

 BACA JUGA:Simak! Begini Asal-usul dan Sejarah Hari Valentine Dirayakan Tiap 14 Februari

Meski demikian, gagasan untuk memberikan hadiah yang berbeda sebagai imbalan mulai menyebar luas. Kala itu, nama White DAy belum digunakan. Karena, istilah White Day pertama kalinya digunakan di tahun 1980

Berawal dari sebuah toko gula-gula bernama Ishimura Mansei-do serta Asosiasi Industri Kue Nasional membuat sebuah acara bernama White Day. Hingga akhirnya acara tersebut menyebar ke seluruh negeri.

 

Hingga akhirnya White Day pun dirayakan di luar Jepang, khususnya Korea Selatan, Taiwan hingga beberapa bagian di China. Mengenai asal usul nama White Day sendiri terdapat banyak teori. Ada yang menyebutkan karena putih melambangkan ketulusan, dan usia muda cenderung menggunakannya dalam ungkapan cinta.

 BACA JUGA:Termasuk Bali, Ini 5 Destinasi Romantis Terbaik di Asia untuk Rayakan Valentine!

Apabila di Hari Valentine identik dengan pemberian cokelat, di White Day biasanya orang-orang memberikan marshmallow, kue dan permen.

Tapi, setiap makanan manis tersebut memiliki konotasi yang berbeda, jadi kamu harus memilihnya dengan hati-hati.

Sebagai informasi, sebelum White Day muncul sekitar tahun 1970-an, marshmallow kian populer, khususnya cokelat yang berbalut marshmallow. Karena, kudapan tersebut melambangan perasaan sang wanita (cokelat) berbalut cinta tulus (marshmallow). Namun, karena fakta marshmallow meleleh dan larut, artinya berubah menjadi lambang ketidaksukaan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement