SEBENARNYA kanker pada anak bisa terjadi karena diturunkan oleh faktor genetik orangtuanya. Jika tidak memiliki riwayat kanker pun orangtua juga wajib paham seperti apa gejala kanker.
Gejala kanker pada anak disebut CHILD CANCER yang disampaikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), agar bisa dipahami dengan mudah. Hal itu merupakan singkata dari gejala kanker yang ada.

Menurut dr Teny Tjitra Sari, Sp.A(K), MPH, Ketua UKK Hematologi-Onkologi IDAI, jika anak menunjukkan gejala tersebut, maka wajib segera dibawa ke rumah sakit.
Pada usia anak yang belum genap satu bulan pun sudah bisa dikenali gejala kanker, salah satunya ada bercak atau tanda putih di mata.
"Saya punya itu bayi berumur kurang lebih dari satu bulan, atau 20 hari orang tua melihat ada keputihan matanya terlihat putih dan besar. Lebih berbeda dari satunya segera di bawa (ke rumah sakit)," kata dr Teny dalam Media Briefing soal Kanker pada Anak secara online.
BACA JUGA:Warning! Kanker Leukimia pada Anak Tertinggi di Indonesia
Berikut gejala umum kanker anak yang harus diwaspadai orang tua, antara lain.
1. C (continued unexplained weight loss), kondisi penurun berat bada pada anak terus-menerus tanpa penyebab.
2. H (headache), kondisi anak merasakam nyeri kepala tanpa muntah atau mual.
3. I (increase swelling), kondisi bengkak dan membesar serta nyeri pada sendi.
4. L (lump or mass), kondisi adanya benjolan atau membiru pada perut, kepala, leher, dada, panggul.
5. D (development of excesive braising rise or bleeding) kondisi memar, ruam atau pendarahan yang berlebihan.
6. C (constans infection), infeksi yang menetap seperti demam yang lama sembuhnya. Demam berlangsung terus-menerus. Misalnya sekitar 2 minggu atau 1 bulan baru sembuh. Tapi kemudian kembali demam, dan sembuh. Begitu seterusnya.
7. A (a withis the color behind pupil), kondisi terdapat keputihan di belakang pupil atau mata.
8. N (Nause or Vomiting), kondisi mual dan muntah.
9. C (constant tiredness), kondisi mudah merasa lelah.
10. E (a eye or vision), kondisi perubahan pada mata atau penglihatan.
11. R (recureent or persisten), kondisi demam tanpa penyebab yang berulang terus menerus.
Perlu diketahui, melansir dari website P2PTM Kementerian Kesehatan bahwa penyakit Kanker merupakan penyakit tidak menular yang ditandai dengan adanya sel atau jaringan abnormal yang bersifat ganas. Tumbuh cepat tidak terkendali dan dapat menyebar ke tempat lain dalam tubuh penderita.
Sehubungan dengan ini, Ketua PP IDAI dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K) bahwa kanker bisa menyerang berbagai usia termasuk anak-anak. Kendatinya, ia mengimbau agar menerapkan pola hidup sehat.
"Kanker kaitannya juga dengan gaya hidup kita selalu over nutrisi ya. Di mana-mana ya nggak tahu bahwa ada salah satu teori kanker selain ada faktor genetik, ternyata juga ada faktor metaboliknya. Ketika secara genetik ya punya riwayat keturunan angka dan memang pola makannya yang over nutrisi, sebabkan terus sel-sel yang tidak dikehendaki ini berkembang," jelas dr Piprim.
(Dyah Ratna Meta Novia)