Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Suka Minta Maaf Bahkan ke Benda Mati? Itu Gejala Sorry Syndrome

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Kamis, 05 Januari 2023 |16:34 WIB
Suka Minta Maaf Bahkan ke Benda Mati? Itu Gejala Sorry Syndrome
Ilustrasi Minta Maaf. (Foto: Pixabay)
A
A
A

5. Tidak Ingin Orang Lain Merasa Buruk

Mengungkapkan permintaan maaf untuk membuat orang lain merasa bahagia bisa jadi penyebab kamu terkena sindrom maaf. Alih-alih meningkatkan harga diri, kamu justru memilih untuk selalu berusaha menyenangkan orang lain. Tanpa disadari, kamu memiliki kecenderungan ingin selalu disukai orang lain.

6. Merasa Tidak Nyaman

Perasaan serba sungkan alias tidak nyaman bisa membuatmu merasa perlu untuk selalu minta maaf, padahal tidak salah. Ini ada kaitannya dengan self esteem alias penilaian terhadap diri sendiri yang rendah.

Tanpa disadari, sorry syndrome tumbuh ketika kamu tidak bisa melihat nilai dalam diri sendiri. Oleh karena itu, coba luangkan waktu untuk kembali mengenal diri sendiri. Pikirkan juga bahwa dirimu sama pentingnya dengan orang lain.

7. Meminta Maaf Agar Orang Lain Tidak Meninggalkanmu

Jika kamu sering meminta maaf untuk hal-hal yang bukan menjadi kesalahanmu, mungkin kamu melakukannya karena tidak ingin ditinggalkan orang-orang di sekitar. Pemicunya bisa karena waktu kecil kamu tidak bisa mengandalkan orang tua saat sedang membutuhkan peran mereka.

8. Tidak Bisa Menilai Situasi Sosial

Psikolog Ikhsan mengungkapkan kurangnya kemampuan menilai situasi sosial bisa mendorong seseorang terlalu sering meminta maaf. “Saat dihadapkan oleh masalah yang ada, ia merasa dirinya yang salah. Padahal, bisa saja kesalahan tersebut ada di pihak lain,” papar Psikolog Ikhsan.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement